Akibat Banyaknya Penyuka Gunung


Dewasa ini banyak orang yang suka dan bahkan sering menghabiskan waktu libur mereka digunakan untuk berlibur di gunung, bukit dan juga pegunungan. Seolah-olah gunung sekarang menjadi tempat favorit untuk bersua foto. 

Maka tidak heran jika banyak kita jumpai foto-foto yang berada di gunung bersliweran di jagad dunia maya, baik itu Facebook, twitter dan terutama di instagram. Mereka menjadikan foto yang berlatar belakang gunung atau alam untuk di jadikan ajang mendapatkan pengikut atau followers yang banyak.

Karena sejatinya makna dari suka dan cinta itu berbeda. Ketika seseorang sudah cinta dengan sesuatu maka dia akan merawat dan menjaga dengan berbagai macam cara, agar barang yang ia cintai tidak rusak. sedangkan orang yang hanya suka terhadap barang, itu belum tentu dia cinta dan mampu merawat layaknya orang yang cinta.

Ketika banyak bermunculan kelompok pecinta alam, maka kita patut bersyukur karena mereka pasti akan menjaga dan merawat alam yang ada disekitar mereka. namun, ketika banyak bermunculan penyuka alam maka ini yang menjadi kekhawatiran kita bersama, karena mereka tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh pecinta alam. Maka istilah yang ada adalah Pecinta Alam bukan Penyuka Alam.

diantara dampak dari banyaknya penyiuka alam adalah kita jumpai banyak sampah yang di tinggalkan digunung, atau banyak vandalisme yang mereka lakukan oleh mereka yang hanya suka dengan alam bukan cinta terhadap alam.

Ayo jadilah kita sebagai pencinta alam dan bukan sekedar penyuka alam.




Read More

Awal Berdirinya Basecamp Sumbing Via Adipuro



Beberapa tahun terakhir ini gunung bisa dikatakan menjadi tempat favorit baik orang tua, anak-anak, dan terutama muda mudi, mereka memilih gunung untuk menghabiskan akhir pekan mereka.

Banyak pilihan bagi semua orang untuk memilih gunung mana yang ingin di daki. karena kita ketahui letak geografis indonesia yang banyak sekali di jumpai gunung, mulai dari pegunungan atau bahkan gunung yang tinggi.

Untuk menunjang minat para pendaki perlu adanya sebuah tempat untuk informasi atau tempat istirahat di setiap gunung di daerah gunung itu berada, atau yang biasa disebut dengan Basecamp. Nah pada kesempatan kali ini kita akan tulis tentang sejarah berdirinya Basecamp gunung Sumbing Via Kaliangkrik (Adipuro).

Basecamp yang baru berdiri sekitar tahun 2016 ini bermula dari sebuah komunitas relawan (Adi Surya Communication) atau ASC, yang sebelum tahun itu komunitas ini sudah bergerak di bidang sosial, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan. 

Selain Bergerak Dibidang kebencanaan kominitas ini juga dilengkapi dengan HT atau adio pancar ulang yang setiap hari digunakan untuk koordinasi kebencanaan.

Pada Tahun 2015 ada salah satu pendaki yang mengalami Hipotermia di gunung sumbing, melalui radio HT inilah informasi sampai kepada komunitas relawan ini. tanpa pikir panjang, jiwa relawan ini yang menggerekkan komunitas ASC ini untuk mengevakuasi krban yang terkena hipotermia di gunung sumbing. Dengan izin Alloh korban mampu diselamtkan dan pulang sampai rumah dengan selamat.

Akhirnya berita ini sampai ke pihak PEHUTANI selaku pengelola kawasan hutan gunung, sehingga perhutani memerintahkan komunitas ini untuk membuat sebuah Basecamp. hingga sejak tahun 2016 Adipuro menjadi jalur resmi pendakian gunug sumbing..


Read More